MENUMBUHKAN RASA KEMANDIRIAN DAN MENGURANGI TINDAK KECURANGAN SISWA MELALUI UJIAN NASIONAL 2013

Leave a comment

MENUMBUHKAN RASA KEMANDIRIAN DAN MENGURANGI TINDAK KECURANGAN SISWA MELALUI UJIAN NASIONAL 2013
A. Pendahuluan
Ujian Nasional merupakan salah satu jenis penilaian yang dilakukan pemerintah guna mengukur keberhasilan belajar siswa. Dalam beberapa tahun ini, kehadirannya menjadi perdebatan dan kontroversi di masyarakat. Di satu pihak ada yang setuju, karena dianggap dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya ujian nasional, sekolah dan guru akan dipacu untuk dapat memberikan pelayanan sebaik-baiknya agar para siswa dapat mengikuti ujian dan memperoleh hasil ujian yang sebaik-baiknya. Sementara di pihak lain tidak sedikit yang merasa tidak setuju karena menganggap bahwa Ujian Nasional sebagai sesuatu yang sangat kontradiktif dan kontraproduktif.
Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional tahun 2013 belum diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, tetapi telah berkembang penyataan dari Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di beberapa media masa akhir-akhir ini bahwa soal Ujian Nasional 2013 terdiri atas 20 paket variasi soal dan standar minimal kelulusan tetap seperti tahun 2012 yaitu 5,5. (http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/16/11385057)
Dengan model variasi 20 paket setiap ruang ujian, setiap siswa akan menerima variasi soal yang berbeda, mungkin urutan soal berbeda atau soal berbeda tetapi tingkat kesukaran setara. Melalui cara ini, diharapkan Ujian Nasional dilaksanakan secara adil dan bijaksana serta tidak merugikan peserta didik karena hanya siswa yang mampu yang bisa menjawab dengan tepat, disamping itu perlu mendorong kemandirian siswa dan menekan tindak kecurangan. Dalam makalah ini akan membahas tentang:
• Pengertian ujian nasional
• Pelaksanaan ujian nasional di Indonesia
• Hubungan kemandirian dan upanya mengurani kecurangan melalui ujian nasional 2013
• Kesimpulan

untuk selengkap nya bisa di download disini MELALUI UJIAN NASIONAL 2013 MENUMBUHKAN RASA KEMANDIRIAN DAN MENGURANGI TINDAK KECURANGAN SISWA

Advertisements

Pengendalian Intern Dalam Sistem Informasi Akuntansi

Leave a comment

1. Pengertian sistem pengendalian intern

Sistem informasi akuntansi sebagai sistem yang terbuka tidak bisa dijamin sebagai suatu sistem yangbebas dari kesalahan maupun kecurangan. Pengendalian intern yang baik merupakan cara bagisuatu sistem untuk melindungi diri dari tindakan-tindakan yang merugikan. Dalam arti sempit, pengendalian internhanya dibatasi pada kegiatan pengecekan, penjumlahan, baik penjumlahan mendatar maupun penjumlahan menurun.

 

Pengendalian intern secara luas, diantaranya ;

a. Batasan pengendalian intern, sebagai suatu sistem pengendalian yang meliputi struktur organisasi beserta semua metode dan ukuran yang diterapkan dalam perusahaan, dengan tujuan untuk :

  1. mengamankan aktiva perusahaan
  2. mengecek kecermatan dan ketelitian data akuntansi
  3. meningkatkan efisiensi
  4. mendorong agar kebijakan manajemen dipatuhi oleh segenap jajaran organisasi

Ringkasnya bahwa pengendalian intern tidak hanya meliputii pekerjaan pengecekan tetapi juga meliputi semua sistem kerja yang terjadi dalam perusahaan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.

 

Dari definisi pengendalian intern yang dikemukakan tersebut diatas  dapat ditemukan beberapa konsep dasar berikut :

  • Pengendalian intern merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan tertentu, atau merupakan suatu rangkaian tindakan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan
  • Pengendalian intern bukan hanya terdiri dari pedoman, kebijakan, formulir, namun dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi, yang mencakup dewan komisaris, manajemen dan personil lain.
  • Pengendalian intern diharapkan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan mutlak bagi manajemen dan dewan komisaris entitas. Keterbatasan yang melekat dalam semua sistem pengendalian intern dan pertimbangan manfaat serta pengorbanan dalam pencapaian tujuan pengendalian, menyebabkan pengendalian intern tidak dapat memberikan keyakinan mutlak.
  • Pengendalian intern ditujukan untuk mencapai tujuan yang saling berkaitan yaitu pelaporan keuangan, kepatuhan dan operasi.

Sistem pengendaliaan intern meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran yang diorganisasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan kehandalan data akuntansi, mendorong efisiensi untuk dipatuhinya kebijakan manajemen. Sistem pengendalian intern merupakan kebijakan, praktik, dan prosedur yang digunakan organisasi untuk mencapai empat tujuan utama :

  1. Untuk menjaga aktiva perusahaan
  2. Untuk memastikan akurasi dan dapat diandalkan catatan dan informasi akuntansi
  3. Untuk mempromosikan efisiensi operasi perusahaan
  4. Untuk mengukur kesesuaian kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh manajemen.

Berangkat dari tujuan diatas, maka sistem pengendalian intern dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :

a) Pengendalian intern akuntansi (internal accounting control)

Pengendalian intern akuntansi meliputi persetujuan, pemisahan antara fungsi operasi, penyimpanan dan pencatatan serta pengawasan fisik atas kekayaan.

 

b) Pengendalian intern administrasi (internal administratife control)

Pengendalian intern administrasi meliputi peningkatan efisiensi usaha, dan mendorong dipatuhinya kebijakan pimpinan, misalnya analisis statistik, studi waktu dan gerak, program pelatihan, dan pengendalian mutu kegiatan perusahaan .

 

2. Karakteristik sistem pengendalian intern 

Kehandalan sistem pengendalian intern harus dilandasi dengan karakteristik dari sistem tersebut yaitu :

  • Adanya pendelegasian wewenang kepada petugas tertentu untuk menyetujui transaksi dan penetapan tugas, pengecekan kepada petugas yang lain untuk mengetahui bahwa transaksi telah disetujui oleh petugas yang berwenang.
  • Adanya penyelenggaraan akuntansi sedemikian rupa sehingga mudah di cek.
  • Adanya pendelegasian secara fisik yang tepat, termasuk penjagaan berganda terhadap aktiva yang dimiliki.
  • Adanya perifikasi secara periodik terhadap eksistensi aktiva yang dicatat.
  • Memiliki pegawai yang cakap, mempunyai kemampuan dan latihan yang cukup, sesuai dengan tingkat pertanggungjawabannya.
  • Adanya pemisahan fungsi penyimpanan aktiva dari fungsi pencatatan, dan dari pelaksanaan transaksi yang bersangkutan.

 

3. Pengendalian intern dalam Sistem Informasi Akuntansi Pembelian

Unsur-unsur pengendalian intern dalam siklus pembelian dirancang untuk mencapai tujuan pokok pengendalian akuntansi, yaitu menjaga kekayaan (persediaan) dan kewajiban perusahaan, menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi (utang, kas, persediaan). Untuk merancang unsur-unsur pengendalian akuntansi yang diterapkan dalam siklus pembelian, terdapat tiga unsur pokok yaitu :

a. Organisasi

  1. Fungsi pembelian terpisah dari fungsi penerimaan barang.
  2. Fungsi pembelian harus terpisah dengan fungsi akuntansi.
  3. Fungsi penerimaan barang harus terpisah dengan fungsi penyimpanan barang.
  4. Transaksi pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi gudang, fungsi pembelian, penerimaan barang, pencatat utang, dan fungsi akuntansi yang lain.
  5. Transaksi retur pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi pembelian, penerimaan barang, pencatat utang, fungsi akuntansi yang lain.

b. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan

  1. Surat permintaan pembelian otorisasi oleh fungsi gudang untuk barang digudang, atau oleh kepala fungsi yang bersangkutan untuk barang yang langsung dipakai.
  2. Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat yang lebih tinggi.
  3. Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang.
  4. Bukti kas keluar oleh kepala fungsi pencatatan utang atau pejabat  yang lebih tinggi.
  5. Memo debit untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian.
  6. Laporan pengiriman barang untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pengiriman barang.
  7. Pencatatan terjadinya utang didasarkan atas bukti kas keluar yang didukung dengan surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok.
  8. Pencatatan berkurangnya utang karena retur pembelian didasarkan memo debit yang didukung dengan laporan pengiriman barang.
  9. Pengurangan utang di dalam arsip bukti kas keluar yang belum dibayar dan pencatatan di dalam register bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi pencatat utang.
  10. Pencatatan di dalam jurnal umum diotorisasi oleh fungsi pencatat jurnal.

c. Praktik yang sehat ;

  1. Surat permintaan pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi gudang.
  2. Surat order pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
  3. Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan barang.
  4. Memo debit untuk retur pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
  5. Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pengiriman barang.
  6. Pemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing dari berbagai pemasok.
  7. Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan barang jika fungsi ini telah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian.
  8. Fungsi penerimaan barang melakukan pemeriksaan barang yang diterima dari pemasok dengan cara menghitung dan menginspeksi barang tersebut dan membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian.
  9. Terdapat pengecekan, syarat pembelian, dan ketelitian perkalian di dalam faktur dari pemasok sebelum faktur tersebut diproses untuk dibayar.
  10. Catatan yang berfungsi sebagai buku pembantu utang secara periodik direkonsiliasi dengan rekening control utang di dalam buku besar.
  11. Pembayaran faktur dilakukan sesuai dengan syarat pembayaran guna mencegah kehilangan kesempatan untuk memperoleh potongan tunai.
  12. Bukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap “lunas” oleh fungsi pengeluaran kas setelah cek dikirimkan kepada pemasok.

 

4. Pengendalian akuntansi

Pengendalian akuntansi mempunyai tujuan umum yaitu untuk mengendalikan harta perusahaan. Ada dua kategori pengendalian akuntansi, yaitu :
1. Pengendalian secara umum :
Pengendalian akuntansi secara umum untuk keamanan harta perusahaan digolongkan menjadi :

a. Pengendalian organisasi, dapat terjadi apabila ada pemisahan tugas (segregation of duties) dan pemisahan tanggungjawab (segregation of responsibility) yang tegas.

b. Pengendalian dokumentasi; dokumentasi dapat mencatat tentang deskripsi, penjelasan, bagan air, daftar-daftar, cetakan hasil komputer, dan contoh-contoh objek dari sistem informasi. Dokumentasi dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu:

  1. Dokumentasi yang disimpan dibagian akuntansi yaitu dokumen dasar, dokumentasi daftar rekening dan dokumentasi prosedur manual.
  2. Dokumentasi yang ada di bagian pengolahan data yaitu dokumentasi prosedur, sistem, program operasi, dan dokumentasi data.

c. Pengendalian perangkat keras dan perangkat lunak, dirancang dalam komputer untuk mendeteksi kesalahan atau tidak berfungsinya dalam sistem kerja.

d. Pengendalian keamanan fisik.
Pengendalian terhadap keamanan fisik perlu dilakukan untuk menjaga keamanan perangkat keras, perangkat lunak, dan personal dalam perusahaan.
Teknik untuk pengendalian keamanan fisik dapat berupa alat-alat penempatan fisik yang membantu melindungi harta perusahaan, seperti ; pengawasan terhadap pengasetan fisik, pengaturan lokasi, dan penerapan alat-alat pengamanan.

 

e. Pengendalian keamanan data

Menjaga integritas dan keamanan data merupakan pencegahan terhadap keamanan data yang tersimpan diluar supaya tidak hilang, rusak, dan diakses oleh pihak yang tidak berkepentingan.
2. Pengendalian Aplikasi

Pengendalian aplikasi berhubungan dengan pengoperasian akuntansi sistem komputer. Fungsi dari pengendalian aplikasi adalah untuk memberi jaminan yang cukup bahwa pencatatan, proses, dan pelaporan data sudah dilakukan dengan benar sesuai prosedural.

 

Pengendalian aplikasi dikategorikan sebagai berikut :

  • Pengendalian masukan, Pengendalian ini dirancang untuk mencegah atau mendeteksi kekeliruan dalam tahap masukan dalam pengolahan data. Pengendalian masukan umumnya menyangkut efisiensi, persetujuan, masukan terhormat, penandaan, pembatalan, dan lain-lain dalam proses komputer.
  • Pengendalian pemrosesan, Pengendalian ini mencakup mekanisme, standarisasi, dan lain-lain.
  • Pengendalian keluaran, Pengendalian keluaran dirancang untuk memeriksa masukan dan  pemrosesan sehingga berpengaruh terhadap keluaran secara absah dan pendistribusian keluaran secara memadai. Pengendalian ini mencakup rekonsiliasi, penyajian umur, suspensi berkas, suspensi account, audit periodik, laporan ketidaksesuaian dan lipstream resubmission.

5. Pengendalian Administrasi

pengendalian ini bertujuan mengefisiensikan operasi kegiatan dan mendorong ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. Manajemen yang baik dapat menghindari perusahaan dari penyelewengan dan kesalahan, sehingga mampu mewujudkan tujuan dan mendukung pengendalian akuntansi perusahaan.

 

 

 

Sumber :          http://www.ilmu-ekonomi.com/2012/03/pengendalian-intern-dalam-sistem.html

BELAJAR DENGAN SISTEM SKS BENAR ATAU TIDAK…?

2 Comments

Hai para pembaca semua pada posting artikel kali ini saya akan membahas tentang sks, jadi sks itu adalah sistem kebut semalam haha ini merupakan sistem andalan nih bagi para pelajar dan juga mahasiswa saat ujian berlangsung termasuk saya tentunya kenapa saya salah satu pengguna sistem sks ya jawaban simple sih sibuk hahaha bohong ndeng kenapa suka sistem sks karena ya itu malas aja tiap hari belajar *jangan ditiru jika kalian tidak smart hehe.

Baiklah kita bahas apa sih sitem sks

Jadi sistem sks itu adalah suatu sistem yang dirancang dengan sedemikian rupa untuk membantu anda dalam memahami atau menguasai suatu materi atau pelajaran hanya dalam waktu semalam. Luar biasakan sistem sks itu. Sistem ini bisa disebut juga sistem ketok magic loh gimana tidak belajar dengan cara ini kalian dituntut untuk bisa menguasai materi hanya dengan satu malam. Dengan keadaan seperti itu otak kita dituntut untuk kerja extra keras untuk menguasai materi dalam waktu semalam dengan kondisi seperti itu kita akan merasakan perasaan gelisah dan panic tentunya dikarenakan dengan sistem waktu yang ada sangat mepet dengan ujian dan materi yang harus segera dikuasai pun sangatlah banyak. Mungkin beda kasus nya jika kalian dalam massa pembelajaran / perkuliahan sering meperhatikan apa yang disampaikan oleh guru atau dosen sehingga saat ujian akan tiba kalian hanya perlu mereview apa yang sudah ada.

Jadi kesimpulan nya belajar dengan sistem sks itu tidak benar dan tidak baik jika hal ini terus dilakukan bisa memancing yang namanya insomnia seperti yang saya baca di salah satu majalah, mungkin kalian bisa membaca artikel saya yang lain tentang TIPS BELAJAR YANG BAIK

TIPS BELAJAR YANG BAIK

Leave a comment

Pada aritekel ini saya ingin mengajak para pembaca terutama kaum mahasiswa dan pelajar lain nya. sebenarnya saya juga tergolong orang yang susah belajar hehe tapi yang ingin saya share ini adalah apa yang sering dilakukan teman saya yang cumlaude maklum dulu saat mau ujian sih saya lebih suka belajar bareng dia yang pintar lah kan lebih mudah dalam memahami suatu materi ketimbang saya belajar sendiri karena keseringan ini lah saya jadi tau bagaimana sih dia belajar itu nah berikut tips nya:

  1. Siapkan semua keperluan materi yang dibutuhkan jauh-jauh hari
  2. Tentukan Waktu belajar yang efektif
  3. Fokus kepada materi yang memang di ujikan besoknya
  4. Jika ujian berupa hitungan perbanyak latihan dengan mengerjakan soal-soal
  5. Minta bantuan teman yang mau mengajari
  6. Jika ujian berupa teori pelajari apa yang menjadi pokok dari teori tersebut
  7. Ulangi belajar saat pagi hari mungkin bisa saat selesai sholat shubuh atau beberapa jam sebelum ujian tujuannya untuk merefresh apa yang kamu pelajari malamnya

Alasan Pendidikan di indonesia Sulit berkembang

Leave a comment

DSC00650

Kali ini saya ingin sedikit membahas tentang dunia pendidikan di negara tercinta kita ini, mungkin belum sepatutnya saya berbicara tentang dunia pendidikan maklum status aja masih mahasiswa yang ilmu nya masih belum seberapa tapi tidak masalahkan sesorang mencoba beropini toh ini katanya ini negara demokrasi, ini juga blog-blog terserah juga kan mau nulis apa hahaha. Pendidikan merupakan salah satu faktor pengukur apakah suatu negara itu berkembang atau tidak di negara kita. mungkin jika kita baca koran atau media elektronik banyak pelajar kita yang berhasil di berbagai ajang baik itu olimpiade sains maupun dalam ajang teknologi seperti kontes robot dan lainnya. jika melihat realita seperti yang saya paparkan diatas sebenarnya pelajar-pelajar di negara kita ini punya potensi yang luar biasa. Tapi kenapa pendidikan di indonesia ini sulit sekali berkembang berikut alasan-alasan yang mungkin masuk akal :

  1. Anggaran pemerintah untuk pendidikan dirasa kurang anggaran pemerintah untuk dunia pendidikan saya rasa masih kurang bayangkan saja pada tahun 2012 anggaran 286,9 triliun dirasa masih jauh dari kurang. namun pemerintah juga sudah menyadari nya, pemerintah dalam program nya juga sudah berupanya menaikan anggaran dari tahun ketahun ditahun ini saja anggaran naik 6,7% atau sebesar 331,8
  2. Sistem pendidikan yang masih buruk  seperti yang kita ketahui sistem pendidikan di indonesia berada di rangking terakhir dunia dengan sistem yang masih buruk tentu sangat sulit bagi pendidikan untuk berkembang
  3. Kurang meratanya pendidikan di indonesia
    Sebagai negara maritim yang memiliki wilayah teritorial dari sabang hingga merauke persebaran pendidikan tidak merata sebagian masih berpusat pada kota-kota besar saja
  4. Kurikullum yang sering berubah 
    Tidak bisa kita pungkiri kurikullum di pendidikan di indonesia selalu berganti ganti, pergantian ini selalu terjadi setiap pergantian kepemimpina dalan hal ini kaitanya dengan menteri pendidikan
  5. Sarana dan prasarana
    sarana dan prasaran sangat penting bagi upaya peningkatan pendidikan karena tampa adanya sarana dan prasarana yang memadai sulit rasanya untuk mengembangkan pendidikan, realitanya pendidikan di indonesia masih jauh dari memadai
  6. Kualitas guru dan pengajar masih rendah
    guru dan pengajar sebagai ujung tombak dalam pendidikan memiliki peranan penting demi kemajuan pendidikan, namun kenyataan kualitas guru dan pengajar masih dibawah standar yang diterapkan. namun berbagai upanya telah dilaukan untuk meningkatkan kualitas mulai dengan melakukan sertifikasi dan pelatihan-pelatihan lain nya.

    mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan kalo memang kurang iya kurang seharusnya saya melampirkan data dalam penulisan ini namun karena terbatas nya sumber dan waktu ya apa adanya semoga di maklumi
    “SEKIAN TERIMAKASIH “

AKUNTANSI PERBANKAN

Leave a comment

selama ini saya mengira bahwa akuntansi itu cuma ada dua yaitu perusahaan jasa dan perusahaan dagang
ternyata setelah kuliah baru tahu kalo akuntansi itu bukan cuma itu saja, pada awal nya sempat shock karena saya berasal dari MAN  selama di MAN dulu cuma dapat materi akuntansi perusahaan jasa dan perusahaan dagang, ternyata setelah kuliah baru tahu akuntansi itu banyak sekali ada akuntansi biaya, akuntasi keuangan menengah, akuntansi keuangan lanjut dan yang satu ini akuntansi perbankan yang akan saya bahas pada posting kali ini.

akuntansi perbankan diartikan sebagai seni pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran dengan cara yang sepatutnya dan dalam satuan uang atas transaksi dan kejadian yang setidak-tidaknya sebagian mempunyai sifat keuangan serta penginterpretasian hasil dari pencatatan tersebut.

dari pengertian akuntansi diatas tidak beda dengan pengertian akuntansi pada umumnya yang menitik beratkan pada pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran,  akuntansi perbankan menurut saya hampir mirip dengan akuntansi perusahaan dagang mungkin yang membedakan hanya pada lembaganya dimana yang satu perusahaan dagang dan yang satunya bank (“lol sudah jelas kali haha”) , yang  membedakan selanjutnya nama jurnal/ buku yang digunakan dan juga akun-akun yang tercantum didalam nya ( heeeh kalo gt mah beda semua dong mirip dimana nya nih..?,) ( iya ya kalo gitu beda ya), tapi selama pegalaman saya menimba ilmu di salah satu PTS di salah satu Kota Budaya di Jawa Tengah memang nama akun dan juga buku yang di gunakan beda tapi pada prinsipnya sama dimana kita harus mengidentifikasi akun-akun itu kemudian kita kelompokan akun2 tersebut kedalam jurnal atau buku yang sudah di siap sebelumnya. jadi jika sebelumnya kita sudah memahami tentang akuntansi perusahaan dagang maka akan dengan mudah kita bisa memahami tentang akntansi perbankan ini. untuk mempermudah belajar akuntansi perbankan saya punya materi yang saya peroleh selama kuliah.

MATERI AKUNTANSI PEBANKAN
Akuntansi diartikan sebagai seni pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran dengan cara yang sepatutnya dan dalam satuan uang atas transaksi dan kejadian yang setidak-tidaknya sebagian mempunyai sifat keuangan serta penginterpretasian hasil dari pencatatan tersebut. Aplikasi Akuntansi Perbankan

  • TUJUAN LAPORAN BANK

Tujuan adanya laporan Keuangan adalah memberikan informasi keuangan yang dapat :

• dipercaya mengenai posisi keuangan perusahaan

• dipercaya mengenai hasil usaha perusahaan selama periode akuntansi tertentu.

• membantu pihak yang berkepentingan untuk menilai atau meng-interpretasikan kondisi dan potensi perusahan disesuaikan dengan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan yang bersangkutan.

Bentuk laporan yang dihasilkan dalam perusahaan termasuk bank terdiri :

1. Laporan Neraca,

2. Laporan perhitungan laba rugi

3. Laporan perubahan posisi keuangan

Bagi bank ada laporan tambahan untuk menyimpan data yang belum mempengaruhi Neraca, namun sudah harus di perhitungkan oleh pihak Bank, yaitu:

Laporan Rekening Administrasi.

  • AKTIVA / ASSET

Yaitu alokasi atau penggunaan dana (use of Fund)

• Monetary Assets,

Yaitu uang tunai, surat berharga, tagihan-tagihan

• Non Monetary Asset

Yaitu gedung (fixed Asset), inventaris kantor

  • PASIVA

Yaitu Sumber dana

•Volatile liability,

yaitu sewaktu-waktu di tagih

Giro, Tabungan, Deposito Jatuh tempo

•Non Volatile liability,

Yaitu Deposito belum Jatuh tempo, Modal Akuntansi Perbankan

  • PRINSIP PENJURNALAN LAPORAN LABA RUGI PENDAPATAN

( + ) Kredit

( – ) Debet

  • BIAYA

( – ) Debet

( + ) Kredit

  • PERSAMAAN AKUNTANSI PERBANKAN :

AKTIVA = PASIVA

HARTA = KEWAJIBAN + MODAL

untuk file lengkapnya bisa didownload disini

PERLUNYA PENGEMBANGAN KURIKULLUM

Leave a comment

A. Rasional

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi atau kedudukan sentral untuk mengembangkan kompetensinya sehingga setiap individu dapat mencapai tingkat taqwa, beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, berilmu, sehat, serta memiliki akhlak yang mulia. Kreatif, mandiri, terampil dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung agar tercapainya tujuan tersebut perlu adanya pengembangan kompetensi peserta didik serta adanya para pendidik yang kompeten dan disesuaikan dengan potensi perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik, sesuai dengan tuntutan lingkungannya.Penyusunan KTSP ini sangat diperlukan untuk mengakomodasi semua potensi yang ada didaerah dan meningkatkan kualitas satuan pendidikan, baik dalam bidang akademis maupun nonakademis, memelihara budaya daerah, mengikuti perkembangan IPTEK yang dilandasi iman dan taqwa. Umtuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini disusun dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi lulusan (SKL) yang ditetapkan pemerintah untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Penyusunan KTSP ini berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005.

untuk file selengkapanya bisa di download  di sini PERLUNYA PENGEMBANGAN KURIKULLUM

Older Entries