MENUMBUHKAN RASA KEMANDIRIAN DAN MENGURANGI TINDAK KECURANGAN SISWA MELALUI UJIAN NASIONAL 2013
A. Pendahuluan
Ujian Nasional merupakan salah satu jenis penilaian yang dilakukan pemerintah guna mengukur keberhasilan belajar siswa. Dalam beberapa tahun ini, kehadirannya menjadi perdebatan dan kontroversi di masyarakat. Di satu pihak ada yang setuju, karena dianggap dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya ujian nasional, sekolah dan guru akan dipacu untuk dapat memberikan pelayanan sebaik-baiknya agar para siswa dapat mengikuti ujian dan memperoleh hasil ujian yang sebaik-baiknya. Sementara di pihak lain tidak sedikit yang merasa tidak setuju karena menganggap bahwa Ujian Nasional sebagai sesuatu yang sangat kontradiktif dan kontraproduktif.
Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional tahun 2013 belum diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, tetapi telah berkembang penyataan dari Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di beberapa media masa akhir-akhir ini bahwa soal Ujian Nasional 2013 terdiri atas 20 paket variasi soal dan standar minimal kelulusan tetap seperti tahun 2012 yaitu 5,5. (http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/16/11385057)
Dengan model variasi 20 paket setiap ruang ujian, setiap siswa akan menerima variasi soal yang berbeda, mungkin urutan soal berbeda atau soal berbeda tetapi tingkat kesukaran setara. Melalui cara ini, diharapkan Ujian Nasional dilaksanakan secara adil dan bijaksana serta tidak merugikan peserta didik karena hanya siswa yang mampu yang bisa menjawab dengan tepat, disamping itu perlu mendorong kemandirian siswa dan menekan tindak kecurangan. Dalam makalah ini akan membahas tentang:
• Pengertian ujian nasional
• Pelaksanaan ujian nasional di Indonesia
• Hubungan kemandirian dan upanya mengurani kecurangan melalui ujian nasional 2013
• Kesimpulan

untuk selengkap nya bisa di download disini MELALUI UJIAN NASIONAL 2013 MENUMBUHKAN RASA KEMANDIRIAN DAN MENGURANGI TINDAK KECURANGAN SISWA